Analisis Model Komunikasi Dalam Pelayanan Pembuatan NPWP


TUGAS II
Mata Kuliah Komunikasi  Bisnis
Analisis Model Komunikasi Dalam Pelayanan Pembuatan NPWP

Disusun Oleh :
Bagas Anindito
NPM 2301160254
5-7 DIII Pajak
Dosen Pengampu :
Eman Sulaeman Nasim
PROGRAM STUDI D III PAJAK
JURUSAN PERPAJAKAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
2018

Pajak merupakan kontribusi dari masyarakat kepada negara. Bagi setiap warga negara Indonesia yang sudah memenuhi persyaratan wajib pajak, harus membayar pajak dan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Bagi wajib pajak, mengetahui nomor ini sangatlah penting karena dalam pengurusan berbagai dokumen, nomor NPWP selalu ditanyakan. Oleh karenanya kepemilikan kartu NPWP ini wajib bagi semua orang yang menjadi wajib pajak. Pembuatan kartu NPWP ini bisa dilakukan melalui instansi atau perusahaan tempat Anda bekerja, bisa pula diurus sendiri secara manual dan online. Selain sebagai tanda bahwa Anda adalah seorang wajib pajak, kartu NPWP juga bermanfaat bagi Anda.
Dalam mengomunikasikan pembuatan NPWP kepada masyarakat, DJP melakukan berbagai cara dan cara-cara tersebut dapat dijelaskan dalam 3 model komunikasi yang sudah saya pelajari di mata kuliah komunikasi bisnis yaitu :
1. Model komunikasi linear
Model komunikasi lineaer adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan, baik dalam keadaan lansung (face to face) atau dalam komunikasi bermedia seperti, koran, majalah, televisi.Komunikasi ini hanya terjadi satu arah, tanpa feedback / umpan balik terhadap pesan yang disampaikan komunikator terhadap komunikasi. Ada 4 jenis gangguan pada model komunikasi linear ini, yaitu: gangguan semantik, gangguan fisik (eksternal), gangguan psikologis, dan gangguan fisiologis.

Gambar 1. Model Komunikasi Linear
Contoh yang dapat kita lihat dalam model komunikasi linear adalah pada  iklan-iklan yang ada di internet, koran, televisi atau papan reklame yang ada di pinggir jalan. Disini DJP sebagai komunikator menyampaikan pesan agar para komunikan dapat membuat NPWP , dan komunikan disini tidak memberikan feedback terhadap pesan yang disampaikan.

Gambar 2. Contoh Iklan Pembuatan NPWP

2. Model Komunikasi Interaksional
Proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan yang disertai dengan adanya suatu aksi atau tanggapan secara langsung baik secara lansung maupun melalui media oleh komunikan. Di dalam komunikasi interaktif ini Feedback nya sangat terasa antara komunikator dan komunikan.  Feedback merupakan umpan balik yang diberikan oleh komunikan atas pesan-pesan yang disampaikan oleh komunikator. Feedback tersebut dapat berupa komunikasi verbal, non-verbal atau bisa keduanya. Keunggulan model interaktif dibanding model linear adalah pada model ini terdapat asumsi bahwa komunikator dan komunikan sama-sama dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses komunikasi yang mereka lakukan.

Gambar 3. Model Komunikasi Interaksional
Dalam pembuatan NPWP salah satu contoh komunikasi interaksional adalah ketika wajib pajak yang ingin mendaftarkan diri mendapat NPWP bertanya dahulu tentang persyaratan yang diperlukan via telepon (Kring Pajak) . Pegawai DJP sebagai komunikator akan memberikan feedback juga, begitupun wajib pajak sebagai komunikan. Disana terdapat komunikasi 2 arah yang biasa kita sebut komunikasi interaksional.
Gambar 4. Kring Pajak
3. Model Komunikasi Transaksional
Proses pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus menerus dalam sebuah episode komunikasi. Yang dipertukarkan dalam komunikasi ini  adalah pesan-pesan baik verbal maupun nonverbal. Dalam model ini komunikasi hanya dapat dipahami dalam konteks hubungan (relationship) antara dua orang atau lebih. Apa yang dikatakan seseorang dalam sebuah komunikasi ini sangat dipengaruhi pengalamannya dimasa lalu.  Dalam model ini komunikasi merupakan upaya untuk mencapai kesamaan makna akan membuat komunikasi yang terjadi semakin efektif. Setiap orang benar-benar terlibat dalam proses komunikasi.  Komunikan bukan hanya mampu memberikan feedback namun juga bisa memposisikan diri menjadi komunikator. Dengan kata lain, baik komunikator ataupun komunikan sama-sama menjadi pembicara (speaker) dan pendengar (listener) sekaligus secara simultan, layaknya sebuah transaksi.

Gambar 5. Model Komunikasi Transaksional
Dalam pembuatan NPWP  , contoh model komunikasi transaksional adalah ketika wajib pajak datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak dan mendaftarkan dirinya untuk mendapat NPWP. Disana wajib pajak akan dilayani oleh pegawai yang ada di Tempat Pelayanan Terpadu , yang nantinya komunikasi antara keduanya akan berlangsung terus menerus, serta akan saling bertukar komunikasi verbal dan non verbal.

Gambar 6. Tempat Pelayanan Terpadu 


Daftar Pustaka :
1.     http://windasrk.blogspot.com/2015/09/3-model-komunikasi.html (Di akses tanggal 10 Oktober 2018)
2.    http://www.pajak.go.id/  (Di akses tanggal 10 Oktober 2018)
3.    https://www.aturduit.com/articles/cara-membuat-npwp-pribadi/ ( Di akses tanggal 10 Oktober 2018)


Komentar

Posting Komentar